Powered By Blogger

Selasa, 17 Januari 2017

MASUKNYA ISLAM KE NUSANTARA

 SEJARAH MASUKNYA ISLAM KE NUSANTARA BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Indonesia adalah bangsa yang penuh dengan sejarah. Banyak sejarah - sejarah yang terukir oleh nenek moyang kita, salah satunya adalah sejarah masuknya Islam ke Indonesia. Banyak teori masuknya islam ke indonesia. Ada yang mengatakan abad ke 7 dan ada yang mengatakan pada abad ke 13 M. Untuk itu saya meringkas teori – teori itu kedalam sebuah makalah. 1.2 Rumusan Masalah Dari latar belakang yang telah dijelaskan, penulis dapat merumuskan masalah sebagai berikut: 1. Bagaimana teori masuknya islam ke Indonesia ? 2. Bagaimana Proses masuknya Islam ke nusantara ? 3. Apa saja arsitektur islam yang dibawa ke indonesia ? 4. Bagaimana pendidikan islami yang berkembang di indonesia ? 1.3 Tujuan Masalah 1. Mengetahui teori masuknya islam ke indonesia. 2. Untuk mengetahui proses masuknya islam ke nusantara. 3. Mengetahui arsitek arab yang dibawa ke Indonesia. 4. Mengetahui perkembangan pendidikan islam di Indonesia. BAB II PEMBAHASAN 1. Teori masuknya islam ke Indonesia Berbagai teori perihal masuknya Islam ke Indonesia terus muncul sampai saat ini. Fokus diskusi mengenai kedatangan Islam di Indonesia sejauh ini berkisar pada tiga tema utama, yakni tempat asal kedatangannya, para pembawanya, dan waktu kedatangannya. Seperti banyak diketahui jika daerah penghasil batu kapur yaitu Kota Barus (Sibolga-Sumatera Utara) sudah digunakan oleh para firaun di mesir untuk proses pemakaman mumi firaun. Berdasarkan hal tersebut membuktikan jika jauh sebelum islam datang, masyarakat Nusantara sudah berhubungan dengan dunia luar. Ada kemungkinan Islam sudah masuk di Nusantara terjadi pada masa Kenabian atau masa hidupnya Nabi Muhammad S.A.W. [1] Mengenai tempat asal kedatangan Islam yang menyentuh Indonesia, di kalangan para sejarawan terdapat beberapa pendapat. Ahmad Mansur Suryanegara mengikhtisarkannya menjadi tiga teori besar. Yaitu : 1.1 Pertama, teori Gujarat. Menurut Suryanegara (1996: 75) bahwa peletak dasar teori ini kemungkinan adalah Snouck Hurgronje dalam bukunya “L’ Arabie et les Indes Neerlandaises, atau Revue de I’Histoire des Religious.” Snouck Hurgronje lebih menitikberatkan pandangannya ke Gujarat berdasarkan: Pertama, kurangnya fakta yang menjelaskan peranan bangsa Arab dalam penyebaran agama Islam ke Nusantara. Kedua, hubungan dagang Indonesia-India telah lama terjalin. Ketiga, inskripsi tertua tentang Islam yang terdapat di Sumatra memberikan gambaran hubungan antara Sumatra dengan Gujarat. Suryanegara (1996: 75-76) mengutip pendapat W.F. Stutterheim dalam bukunya “De Islam en Zijn Komst In de Archipel” yang menyatakan bahwa masuknya Islam ke Nusantara pada abad ke 13. Pendapatnya juga di dasarkan pada bukti batu nisan Sultan pertama dari Kerajaan Samudera Pasai, yakni Malik As-Saleh yang wafat pada 1297. Selanjutnya ditambahkan tentang asal negara yang mempengaruhi masuknya agama Islam ke Nusantara adalah Gujarat. Dengan alasan bahwa agama Islam disebarkan melalui jalan dagang antara Indonesia-Cambay (Gujarat)- Timur Tengah-Eropa. Sama halnya dengan pendapat W.F. Stutterheim, Snouck Hurgronje berpendapat pula bahwa awal masuknya Islam ke Indonesia pada abad ke 13 M dari Gujarat. 1.2 Kedua, teori Makkah. Menurut Hamka sebagaimana dikutip oleh Sunanto (2012: 8-9) dalam bukunya bahwa Islam sudah datang ke Indonesia pada abad pertama Hijriyah (kurang lebih abad ke-7 sampai 8 M) langsung dari Arab dengan bukti jalur pelayaran yang ramai dan bersifat internasional sudah dimulia jauh sebelum abad ke-13 (yaitu sudah ada sejak abad ke-7 M) melalui selat Malaka yang menghubungkan Dinasi Tang di Cina (Asia Timur), Sriwijaya di Asia Tenggara dan Bani Umayyah di Asia Barat. Senada dengan Suryanegara dalam Api Sejarah (2012: 99) sebagaimana mengutip pendapat Hamka bahwa masuknya Islam ke Nusantara I

1 komentar:

  1. Mantaap sekali..
    Kunjungi juga pakbhee.blogspot.co.id ya,,
    Salam kenal salam blooger

    BalasHapus